Rambut uban

honey on Nov 10th 2008 12:38 pm

Beberapa bulan ini aku menjadi resah.. gelisah.. lalu basah…
Kejadiannya adalah ketika mandi, kuamati uban mulai bermunculan di rambutku. Lho.. kok makin lama makin banyak… panic attack deh…

Lalu, minggu lalu.. aku perhatikan rambut temanku yang ternyata beruban di akarnya juga… akhirnya aku tanya.. Kok bisa beruban begitu.

Begini jawabannya : Sejak rambutku dicat.. akar rambut jadi kekurangan zat gizi.. maka rusaklah rambut.

Gotchaaa…. Aku jadi paham kenapa rambutku jadi beruban. Yupe.. karena aku mengecat rambutku.. dan kurang merawatnya sebagaimana mestinya. Misal : pakai perawatan untuk rambut cat.. dikasih vitamin.. dll.

Dengan tetap panik… aku mulai membeli vitamin rambut… conditioner untuk rambut berwarna… dan aku mulai berkomunikasi dengan rambutku. Tumbuh yang sehat ya mbut… (*red = rambut*).

Aku jadi berpikir.. apa aku hitami kembali rambutku… disemir seperti nenekku.. waahh kok jadi berasa tua begini.

Rambut beruban… sedang menjadi fokus perhatianku akhir-akhir ini….

Filed in Life | Comments (3)

Mudahnya Bicara

honey on Nov 6th 2008 11:22 am

Beberapa hari terakhir ini, aku aktif memakai Treadmill di kantor. Hampir setiap hari selama satu jam setelah jam kerja. Aku memang sudah meniatkan untuk berolahraga tiap hari selama satu jam, supaya tubuh menjadi liat dan terbentuk… for a simple reason : It feels so good to have a nice body.. hahaha

Ketika memakai Treadmill… aku mengalami fenomena : easy to talk.. hard to do.
Treadmill ini dibeli oleh kantorku, agar orang-orang aware terhadap olahraga, at least supaya lebih sehat.. dan lebih jauhnya lagi adalah memiliki tubuh yang enak dipandang. Apalagi para executivenya. Bukan executive yang gembrot… kebanyakan mikir, gak pernah olahraga.
Olahraga juga akan membuat otak semakin cerdas, karena penyerapan oksigennya menjadi baik. Orang-orang yang tidak melakukan olahraga akan lebih cepat pikun, selain juga tidak sexy.

Fenomenanya seperti apa ? Begini :
Beberapa orang yang melewatiku sedang memakai treadmill, memberikan nasehat-nasehat tentang bagaimana berolahraga yang baik, seperti ini :
Coba pake treadmillnya minimal 45 menit (aku sudah memakainya 1 jam setiap hari)
Coba kecepatannya 12 dan waktunya 15 menit.. itu membakar kalori..
Coba pake tanjakan…
Kenapa gak gabung ke Fitness Center sekalian ? (aku sudah pernah gabung di Celebrity Fitness selama 2 tahun dan berhenti karena di apartemen ada fitness dan kolam renang, biar hemat).
Coba.. ini… Coba itu…

Dan, saudara-saudara.. tidak ada satupun dari yang memberi nasehat itu melakukan apa yang mereka sarankan padaku yang sedang jalan diatas treadmill.

Aku merenungi fenomena itu.

Mudah ya bicara… memberi saran… tapi kalo itu dilakukan sendiri, wuuiiihhhh butuh perjuangan.
Ada gap antara yang diketahui di otak.. dan kemampuan meng-execusi di tindakan.
Lalu aku memikirkan : Being Green yang tidak mudah… pertamanya aku semangat mengurangi penggunaan tas plastik pas belanja.. sampai sekarang masih sih, tapi kadang juga gak peduli lagi tuh kalo si mbak di swalayan memasukkan belanjaan ke beberapa tas plastik yang berbeda.

Lalu aku memikirkan : Spiritual Englightment. Dimana ketika memahami hakekat kemanusiaan kita, maka hal-hal yang tidak hakekat menjadi tidak penting. Tapi…. aku mengalami, ketika mantan pacarku kembali…. aku terjebak lagi ke hal-hal yang tidak penting itu : memikirkan dia berulang-ulang setiap hari… emosi yang ups and down karena dia… aku lupa bahwa di level spirit, itu hanyalah permainan sang otak yang menyentuh tombol emosi.

Lalu aku memikirkan…. apakah sebaiknya aku berhenti memberi saran yang aku sendiri tidak mampu menjalaninya atau tidak pernah menjalaninya atau aku berhenti menilai orang lain dan berkeinginan untuk mengkoreksinya. Contoh : aku sering menyarankan orang untuk sabar melalui penderitaan or at least hal yang menurutnya membuat dirinya menderita… tapi ketika aku terkena hal yang menurutku membuatku menderita… aku gak sabar tuh untuk melewatinya… dan aku tiba-tiba amnesia bahwa penderitaan itu adalah masalah persepsi di otakku.

Tiba-tiba dalam meeting-meeting kantor… aku melihat begitu banyak orang bicara …. tetapi mereka tidak melakukan apa yang mereka katakan.

It is really easy to talk…. but not easy to do.

Aku salut sama orang-orang yang diam, tapi melakukan sesuatu.
Maksudnya maling ?

Bukannnnn…. orang-orang yang melakukan kebaikan dalam diam. Ingat : To do is harder than to talk.

Filed in Love | Comments (2)

facebook

honey on Nov 4th 2008 11:36 am

Waahh, gara-gara lagi seneng main facebook.. keinginan menulis di blog sedikit berkurang.. hehehe.

But anyway, setiap barang baru memang menyenangkan… sampai ketika sudah mulai settle.. akhirnya menjadi biasa. But I do like facebook. Secara orang-orang sudah lama pakai facebook, I just started about a month ago.

The good thing about facebook adalah… ia menjadi tempatku menemukan kembali cinta lamaku… hihihihi. Tidak tahu apakah cinta lamaku itu berbahagia atau sebal ketemu denganku lagi… yang jelas aku happy.

Dengan facebook, aku mengenali dirinya dari sisi yang lain yang dulu aku tidak kenali.

Terima kasih facebook… :)

Filed in Love | Comments (2)

tumbuhnya kedewasaan

honey on Oct 30th 2008 10:22 am

10 Tahun yang lalu.. aku pertama bertemu dengannya. Masih sangat lugu, tidak mengerti kehidupan.. tidak memahami diri sendiri sehingga masih sangat emotional.. kedewasaan di titik rendah.

Ketika kehidupan memisahkan aku dan dia, itu adalah titik dimana aku ingin mengerti apa sebenarnya arti dari semua ini, kenapa aku bereaksi seperti ini.. seperti itu.. kenapa dia.. dll… akhirnya aku banyak membaca buku-buku selfhelp termasuk buku-buku : Bagaimana menggaet pria dalam waktu 7 menit… Bagaimana membuat pria tidak meninggalkanmu… (*dikerangkeng*) Bagaimana membuat pria tidak bisa melupakanmu (*Bayangkan kalo buku ini juga dibaca para wanita lain.. artinya itu pria akan mengingat semua wanitanya .. uuuhhh*)… pokoknya buku-buku yang.. gitu dehhh..

Lalu, berjalannya waktu… bertemu dengan lebih banyak orang.. berinteraksi dengan lebih banyak orang, aku mulai memahami “kesalahan-kesalahan” yang aku lakukan dimasa lampau. Kekanak-kanakan perilaku dan pemikiran di masa lalu akibat tidak pengalaman.. hehe

Contoh :
1. Langsung emosional.. gak bisa mikir dan maunya marah, ketika mengetahui bahwa si dia berinteraksi email dengan wanita lain. Emosi ini mendorongku untuk berkata : Sebaiknya saya pulang ke Indonesia, saat itu juga !!!

Kalo ingat sekarang jadi malu, pasti waktu itu aku seperti anak kecil yang merengek dan tidak mau dengar penjelasan apapun. Kalo aku liat orang seperti itu sekarang.. pasti sudah kujitak !

2. Ketika dia meminta maaf.. aku bermain : Catch me if You Can Game… permainan sok jual mahal.. dimana permintaan maaf sekali.. dua kali.. tiga kali tidak cukup, yang membuatnya Fed up with my game.

Kalo ingat itu sekarang… aku pikir.. what a child I was… suka berpura-pura dan marah sama hal-hal yang gak penting. Sok jual mahal.. karena gak ngerti maunya apa.
Padahal mau balikan sama dia, tapi maunya tidak terkesan Gampang Mau.. Sekarang, hmm aku sih lebih mudah mengutarakan hal-hal di perasaan. Kalo ditanya : aku mau ketemu sama kamu lagi.. langsung aku jawab.. hayoookkkk… Tanpa udang dibalik Batu… straight to the point !

Lalu… kedewasaan-kedewasaan lain mulai tumbuh. Sempat aku berpikir.. kalau saja pada saat 9 tahun yang lalu aku memiliki kedewasaan seperti saat ini ketika ketemu dengannya… pasti kejadiannya akan berbeda.

Dan Tuhan sepertinya mendengarkan apa yang kupikirkan… aku diberi kesempatan lagi ketemu dengan dia… dengan kedewasaan yang sudah berbeda.

Lucunya, ada memori-memori masa lalu yang bereaksi sama seperti 9 tahun lalu jika aku tidak ‘aware’. Untungnya aku sudah bisa melihat aliran emosi diriku sendiri.. jadi lebih terkendali.

Kesempatan kedua datang lagi ?… hayoookkk… Siapa takut !

Filed in Life | Comments (0)

CLBK

honey on Oct 27th 2008 02:08 pm

Ahhhh sudah bisa ditebak. Alih-alih mendapatkan cinta baru… cinta lama bersemi kembali. Cinta hampir 9 tahun yang lalu kembali hiks. Tiba-tiba segala emosi yang belum selesai… segala tanya yang masih menyangkut… pada keluar ke alam kesadaran, bersamaan dengan debar-debarnya. Betul… aku ternyata masih berdebar-debar dengannya.

Ketika dia tanya : Apakah bisa ketemu lagi… ?
Tanganku langsung dingin.. dada berdebar… nafas memburu.. dan.. duaaarr… hmm sepertinya berlebihan deh. Ehh tapi bener… ternyata masih ada getar dari masa lalu.

Yiipiieee… artinya aku tidak frigid dari cinta. Aku pikir.. kadang aku sudah mati rasa… saking tidak ada rasanya ketika bertemu teman-teman baru. Ternyata.. ketika dia datang lagi, cinta pertamaku.. cieee… aku masih berdebar-debar.

Aku terima tawarannya untuk bertemu lagi :)

Selamat datang masa lalu yang sudah menjelma menjadi masa kini.
Kamu akan menemuiku dengan kedewasaan yang berbeda…

Jadi ingat.. ketika 9 tahun yang lalu, aku memutuskan untuk terbang balik ke Indonesia dari Hawaii.. hanya karena cemburu ! Padahal kita sudah tunangan ! Cincin berlian sudah melingkar di jemari manisku… kami sudah kontak dengan orang tuanya. Bertemu rekan-rekannya.

Hmmm… hanya karena cemburu, tiket kepulangan ke Indonesia aku majukan, dan karena tidak ada tiket ekonomi.. si mas terpaksa bayar upgrade ke business class. Hehehe. Maklum, waktu itu masih jiwa muda.. sekarang kan sudah makin kalem.. dan tidak terlalu spontan kalo emosional. *kecuali kepepet*

Ahhhh…. bagaimana rasanya ya.. bertemu lagi, sama-sama single (dia sudah menikah setelah kami putus, yang membuatku patah hati… tidak tidur 3 malam… tetapi bercerai tahun lalu.. Yipppieee… lho kok ?)

CLBK…. sinetron sekalee

Filed in Love | Comments (0)

china airlines

honey on Oct 26th 2008 06:47 pm

Dari semua penerbangan yang aku pakai… aku kasih penghargaan untuk China Airlines ini nilai tertinggi.
Hal ini disebabkan oleh satu hal saja yaitu : ada televisi kecil di setiap bangku yang memuat bermacam entertainment… jadi penerbangan 16 jam serasa cepat berlalu.

Hmmm.. tapi makanannya juga Ok ding… lalu pramugarinya helpfull semua walaupun bahasa inggrisnya aneh, jadi kuping perlu ditegakkan untuk memahami apa yang dikatakan pramugari.
Oh ya… China Airlines ini beda dengan Air China lho ya….
Di airport Los Angeles… Air China ada di Terminal 2 sedangkan China Airlines ada di Terminal 4. Dan guest what… tentu saja aku salah alamat. Aku ke terminal dua dengan tergopoh-gopoh… lalu mendapati bahwa Air China.. bukanlah China Airlines.
Mbok ya bikin nama itu ya jangan deket-deket gitu. Bikin bingung costumer yang ignorant seperti… hihihihi.. aku.

Bayangkan kalo terlambat datang ke airport… harus berlari-lari ke terminal lain. Belum nanti di pemeriksaan airport amerika yang paranoid… kita diperiksa satu per satu dengan sepatu dilepas. Tadinya aku disuruh melepas jaket, tapi aku langsung memelas.. soalnya di dalam jaketku… langsung kaos kutang…. dan akhirnya petugas mengijinkan. Pasti bukan karena tampang memelasku… pasti karena.. kalo aku buka jaket, akan terjadi huru hara… peningkatan nafsu. Daripada airport ribet… mendingan nih cewek satu dilalukan saja pada pemeriksaan.

Oh ya.. kembali ke China Airlines yang memiliki fasilitas entertainment menyenangkan di setiap bangkunya. Jadi ada sekitar 20 movie terbaru didalam TV yang bisa disetel sesuai kemauan masing-masing. Jadi tidak seperti TV bersama yang menggantung di atap pesawat yang bikin pegal leher itu lho. TV ini berada di dinding tempat duduk masing-masing passenger. Menyenangkan bukan ?

Selama terbang : Jakarta - Taipei yang 5 jam… aku bisa menonton 2 film. Tiba-tiba mendarat di Taipei…. Lalu penerbangan Taipei - Los Angeles yang 11 jam… aku bisa menonton lagi 2 film… lalu tidur malam. Bangun-bangun sudah tinggal menanti pendaratan… pokoknya entertainment ini telah menghilangkan traumaku untuk terbang perjalanan jauh.

Terima kasih China Airlines… Wo Ai Ni !

Filed in Life | Comments (0)

Rasa malu

honey on Oct 26th 2008 06:34 pm

Hm… ketika mengambil cuti minggu lalu, sebenarnya aku ada rasa malu sama kantor. Kok cuti melulu.. kok cutinya gak habis-habis.. diisi ulang ya..? Yang lain kerja kok kamu malah bersenang-senang… kondisi kantor kan lagi kritis….

Tapi, disisi lain… ada kebutuhan membalance… yaitu kebutuhan untuk tidak mengecewakan teman karena sudah janji mau nememin jalan-jalan di Amerika.

Tapi, sumpeh friend. Aku merasa BERSALAH !

Jadi selama 8 hari di Amerika, di lembah Yosemite aku mencoba konek ke internet untuk mencari tahu apa yang terjadi di kantor. Tetapi… tidak bisa friend… (*kok jadi kedengaran seperti McCain.. my friends*). Pertama, karena komputer untuk internet di hotel rusak… dan kami tidak membawa laptop untuk akses lewat wifi. Yah, kami memang orang-orang gaptek… aku dan temanku gak suka bawa laptop.. karena.. gak punya bo.

Oh ya.. kembali ke rasa malu, tiba-tiba sore ini aku merasa sangat malu… dan ingin tahu kondisi kantor selama 5 hari kerja aku tinggal. Bukan karena aku ingin mendengar kata-kata seperti ini : waahhh kantor, tanpamu.. serasa masakan tanpa garam…
Tapi, aku ingin bisa memberi sebagian energiku kepada kantor, setelah diperbolehkan cuti 5 hari…. setelah cuti lebaran… puufff…

Jadi, jangan anggap aku tidak punya rasa malu ketika mengambil cuti… sumpeehhhh aku malu !!!

sudah… sudah Jeng… emang kalo malu trus kenapa..?

Hmmm… aku cuma mau bilang bahwa besarnya rasa malu tidak seiring sejalan dengan besarnya kemaluan !

Filed in Life | Comments (0)

transit di Taipei

honey on Oct 26th 2008 06:18 am

Karena kondisi keuangan sedang mepet, maka transit di taipei tidak diisi dengan belanja.. hehehe… tapi pakai akses internet gratis.
Apalagi sudah sekitar 8 hari tidak terhubung ke internet. Perjalanan di Amerika menggunakan mobil, seperti ngukur jalan… tidak terhubung ke internet membuatku seperti bukan diriku. Ciieehhh….
Too many stories to be told… will began tomorrow.

Filed in Love | Comments (0)

Jujur

honey on Oct 16th 2008 01:31 pm

Ya.. aku sedang belajar jujur, bukan kepada orang lain… tapi lebih kepada diriku sendiri.
Aku mencoba mengenali rasa-rasa yang seringkali konflik didalam diriku, akibat dari pikiran dan kata-kata yang tidak sejalan.

Aku mencoba mengikuti getaran yang diberikan oleh hatiku atas kata-kata yang aku ucapkan atau perbuatan yang aku lakukan.

Aku mencoba jujur ketika bilang ke teman.. kok aku ada muncul perasaan sedih ya ketika jalan-jalan di Plaza Indonesia tadi malam.. lalu melihat harga-harga sepatu yang lucu ternyata tidak terjangkau olehku… hmm.. mungkin terjangkau tapi terlalu dipaksakan kalo harus dibeli.
Tahu tidak.. apa yang muncul di kepala ketika melihat harga sepatu 3.5 juta itu, hmm…. ternyata uang itu penting ya… karena bisa mendukung keinginan kita.
Apakah sepatu seharga itu perlu untukku ? Tentu saja tidak.. itu hanya nafsu. Tapi nice to have kalo bisa…

Aku tidak mau memungkiri dengan kata-kata : harusnya kamu tidak sedih dung… itu kan hanya dunia saja… sesuatu yang tidak kekal. Katanya sedang dalam perjalanan mencari kesejatian … !!
Lha.. wong rasa yang muncul spontan itu sedih.. ya.. aku akui saja. Aku sedih. Adapun setelah itu 5 menit kemudian aku sadar bahwa, that’s not the thing I need to be happy.. it’s a different story…

Oh, ya.. aku juga mau jujur bahwa… seringkali aku iri dengan teman-teman yang sudah menikah lalu namanya ditambahi dengan nama suaminya : misal : Reni Lestari Nugroho, menikah dengan Toni Nugroho… kesannya gimanaaa gitu. Tapi aku juga jujur, bahwa seringkali aku malas terikat dalam lembaga pernikahan, jadi gimana mau dapat nama tambahan dibelakang namaku ? Oh ya.. pernah satu kali ketika lagi kepenginnya nama berubah aku menambahi nama pacar dibelakang namaku…. tapi tiba-tiba aku malu sama … pacarku. Kesannya maksa nikah. UUuhhhh…. pathetic.

Oohhh yang paling sering membuatku iri adalah keberhasilan seseorang. Seringkali lupa melihat perjuangan menuju keberhasilannya.. aku suka iri kalo liat orang lain berhasil. Suka berpikir : aakuu juga bisa… *buktinya kok ya… gak bisa-bisa tuh* hahaha… ooii belum kali. Semua akan lahir pada waktu yang tepat.

Mengenai materi berupa uang.. aku memiliki double standar. Sangat menikmati dengan keberadaan uang.. tetapi seringkali berpura-pura bahwa itu hanya kenikmatan materi semata. Tapi jujur : uang itu penting buatku, karena misal nih ya…aku suka merasa bahagia dengan keberadaan uang. Hal-hal kecil misal : bisa mentraktir teman makan… bahkan pernah kepikiran membantu teman membelikan apartemen bersubsidi kalo aku punya duit.. saking aku kasihan melihat dia hidup merana, atau kepikiran untuk memberikan modal yang cukup kepada sodara-sodaraku.. itulah kenapa aku getol mencari celah untuk mendapatkan uang, tetapi tidak ketakutan ketika harus kehilangan uang.

Ada banyak kejujuran-kejujuran lain yang aku coba katakan ke diriku sendiri. Yah, mau dengan siapa lagi kita jujur. Karena orang yang paling dekat hidup dengan kita ya.. diri kita sendiri.

Sepertinya, semakin aku jujur pada perasaan-perasaanku.. senegatif apapun itu, terasa semakin ringan hidupku. Aku tidak perlu banyak berpura-pura… Enough is Enough.

Filed in Life | Comments (2)

kebijakan

honey on Oct 15th 2008 10:33 am

Kamu tahu, kehidupan tidak pernah memberimu duka.
Kamu sendiri yang mempersepsikan kejadian itu sebagai duka.

Kamu tahu, kehidupan pun tidak pernah memberimu suka.
Kamu sendiri juga yang mempersepsikan kejadian itu sebagai suka.

Kita dididik untuk memilah-milah… yang ini aku suka… yang itu aku duka…

Tidakkah kalian mengerti ?
Kamu perlu semuanya itu. Jangan memilih lagi ! Biarkan kehidupan menjamumu dengan berbagai peristiwa.

Mengertilah…. kebijakan alias wisdom terbentuk, seringkali bukan dari suka, ia justru sering lahir karena duka.

Filed in Life | Comments (1)

Next »